saya pun merinding liat video ini.
Wajar bila kemarahan rakyat begitu luar biasa, ini bukan salah media, bukan memanas-manasi, bukan pula menghujat beramai-ramai Apriyani sebagai pelaku. Tapi dimanakah kemanusiaan kita bila tak marah dan meledak melihat bapak ini di mata kepalanya sendiri melihat anak-nya tak lagi bernyawa, dimanakah kemanusiaan kita bila tak marah melihat ia berusaha meminum susu ketika anaknya merasakan kesakitan luar biasa setelah digiling mobil hitam Apriyani?
Ini kemarahan yang wajar, meledak karena kita melihat sendiri, bagaimana Apriyani berpesta mengoplos minuman keras sementara bapak ini harus kehilangan nyawa anaknya, anak yang pernah menjadi harapan, menjadi cita-citanya, menjadi mimpinya. Wajar bila kemarahan itu meledak.
Kemarahan kita adalah kemarahan hati nurani, kemarahan bahwa kita masih peduli, di negara lain seorang anak terlindas truk tidak ada yang peduli, tapi di negeri ini masih banyak orang yang punya hati, mereka peduli dan mereka marah.
Apabila hukum masih dipermainkan dengan menghukum ringan Apriyani, malah nanti memberikan remisi-remisi. Maka kemarahan rakyat akan menjadi raksasa yang menakutkan. Kita marah karena peduli dan berpihak pada rasa kemanusiaan.nangis sayah liat ini.. :’(